Selamat pagi, kali ini saya akan membahas tentang momentum dan impuls yang masuk dalam mata pelajaran fisika. Momentum dan Impuls dapat dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Nah, kita akan membahasnya di bawah ini.
Dalam ilmu fisika, momentum dapat
diartikan sebagai suatu besaran, yang merupakan hasil kali antara massa benda
(skalar) dengan kecepatan geraknya (vektor) dengan arah momentum sejajar dengan
arah kecepatannya. Perhatikan ilustrasi di bawah ini
“Ada sebuah kereta api yang sedang berjalan dengan kecepatan
60 km/jam, di tempat lain ada juga seorang pemuda yang mengendarai sebuah
sepeda motor dengan kecepatan yang sama, yaitu 60 km/jam. Jika kedua kendaraan
tersebut diberhentikan secara bersamaan, yang manakah yang akan berhenti
duluan?”
Mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab bahwa yang
akan terlebih dahulu berhenti adalah sepeda motor. Jawaban itu adalah benar.
Tapi pertanyaan berikutnya pun muncul “apa yang menyebabkan motor lebih cepat
berhenti dibandingkan kereta api?” Hal ini disebabkan karena massa kereta api
jauh lebih besar dibandingkan dengan sepeda motor, sehingga momentum kereta api
akan lebih besar dari sepeda motor, meskipun kecepata kedua kendaraan tersebut
sama.
Impuls merupakan besaran dari
hasil kali antara gaya (vektor) dengan selang waktu gaya tersebut bekerja
(skalar), jadi impuls berkaitan erat dengan arah. Kejadian yang merupakan
contoh dari impuls adalah seseorang yang sedang menendang bola. Untuk menendang
bola diperlukan gaya untuk membuat bola tersebut bergerak dan ada selang waktu
sebelum kaki orang tersebut menyentuh bola.
RUMUS MOMENTUM
Sebelumnya kita telah membahas pengertian dan contoh dari momentum.
Sekarang kita akan membahas rumus dari momentum tersebut. Rumus momentum
adalah.
Ket:
p = momentum (Kg m/s)
m = massa (Kg)
v = kecepatan benda (m/s)
Akibat perubahan kecepatan suatu benda, nilai momentum benda pun akan
berubah. Rumus perubahan momentum adalah :
Ket:
∆p = perubahan momentum (Kg m/s)
m = massa (kg)
V1 = Kecepatan mula-mula (m/s)
V2 = Kecepatan akhir (m/s)
Ada contoh lain lagi, misalkan dua buah benda yg memiliki kecepatan dan
massa kemudian bertumbukan dan setelah tumbukan kecepatan masing-masing benda
berubah, maka menurut hukum kekekalan momentum persamaannya adalah
P1,2 = m1v1+m2v2
Ket:
p1,2 = Momentum benda 1 dan 2
m1 = massa benda 1
m2 = massa benda 2
v1 = kecepatan benda 1
v2 = kecepatan benda 2
Contoh Soal
1.
Tono yang bermassa 50 kg, naik sepeda dengan
kecepatan 36 km/jam.
Tentukan momentum Tono jika sepeda bergerak pada arah sumbu x.
Tentukan momentum Tono jika sepeda bergerak pada arah sumbu x.
Pembahasan :
Diketahui : Massa Tono (m) = 50
kg
Kecepatan (v) = 36 km/jam = 10 m/s
Ditanya : P
Jawab : P = m.v
= 50 kg . 10 m/s
= 500 kg.m/s
Kecepatan (v) = 36 km/jam = 10 m/s
Ditanya : P
Jawab : P = m.v
= 50 kg . 10 m/s
= 500 kg.m/s
2.
Bola bermassa 0,2 kg dilempar mendatar dengan
kelajuan 10 m/s membentur dinding tembok lalu bola dipantulkan kembali dengan
kelajuan yang sama. Perubahan momentum bola adalah.....
Pembahasan
Diketahui: massa bola (m) = 0,2 kg
Kelajuan awal bola
(v1) = -10 m/s
Kelajuan akhir
bola (v2) = 10 m/s
Ditanya :
perubahan momentum bola (∆p)
Jawab: ∆p = mv2-mv1
∆p = 0,2(10) –
0,2(-10)
∆p = 2 + 2
∆p = 4 kg m/s
RUMUS IMPULS
Berikutnya kita akan membahas rumus Impuls. Adapun rumus
impuls adalah sebagai berikut :
Ket:
I = Impuls (Ns)
F = Gaya (N)
∆t = selang waktu (s)
Contoh soal:
Sebuah bola
ditendang dengan gaya sebesar 800 newton. Lamanya bola bersentuhan dengan
pemukul adalah 2 milisekon. Besar impuls bola tersebut adalah...
Pembahasan
Diketahui :
Gaya terhadap bola (F) = 800 N
Selang waktu kontak (∆t) = 2 milisekon = (2/1000) sekon = 0,002 sekon
Ditanya : Impuls
Jawab :
Rumus impuls :
I = F ∆t
I = 800 x 0,002
I = 1,6 Ns
Hubungan Momentum dan Impuls
Berdasarkan hukum II Newton
yang mengatakan bahwa gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan perkalian
massa dengan percepatannya.
Rumus gaya : F = m.a.
Jika kita masukkan ke rumus I = F.
Δt
I = F. Δt
I = m.a (t2-t1)
I = m v/t
(t2-t1)
I = m.v1 – mv2
I = ∆t (teorema impuls-momentum)
Jadi dapat disimpulkan bahwa
besarnya Impuls terhadapbenda sama dengan perubahan momentum benda tersebut.
Contoh soal:
Sebuah mobil
bermassa 1.500kg bergerak sepanjang garis lurus dan berkurang kecepatannya dari
20m/s di A menjadi 15m/s di B dalam selang waktu 3s. Berapakah gaya rata-rata
yang memperlambat mobil itu?
Penyelesaian
DiketahuI:
mobil bergerak lurus sehingga menghilangkan notasi vektor. Diambil arah
gerak sebagai arah positif.
m= 1500kg
v₁=+20m/s
v₂=15m/s
∆t=3s
Ditanya: F
……..?
Jawab:
I
= ∆p
F. ∆t = p₂− p₁
F. ∆ t = m.v₂ – m.v₁
F (3s) = (1.500kg) (15m/s) – (1.500kg) (20m/s)
F = -7.500kg.m/s
= -2.500
N.
F = 3s
Tanda
negatif menunjukkan bahwa gaya F arahnya berlawanan dengan arah gerak. Hal ini
sesuai dengan kenyataan bahwa mobil bergerak diperlambat.
Tag :
Pelajaran Fisika



2 Komentar untuk "Momentum dan Impuls ; Pengertian Hingga Hubungannya"
Kurang jelas.Yang ingin kucari rumus penggabungan impuls dan momentum
;;)))